Pukul 07.00 Sabtu 20 Juli 2019, satu persatu ustadz dan ustadzah mulai berdatangan dengan seragam hijau kebanggaan. Dari raut wajah mereka tergambar jelas antusias untuk mengikuti aktivitas panjang hari ini. Perjalanan ini akan kami mulai dari MAN Insan Cendekia Tanah Laut.

Dengan jarak tempuh 1,5-2 jam kamipun tiba ditempat yang telah dijanjikan. Sesampainya di lokasi kami disambut dengan hangat oleh Ketua Madrasah Bapak Hilal Najmi, S.Ag, M.Pd.I dan Dewan Guru Serta Pembina Asrama. Banyak hal yang bisa kami ambil pelajaran dari hasil berbincang, berdiskusi dan bertukar pengalaman dalam mengelola suatu lembaga/instansi pendidikan. Tidak luput dari pandangan kami agar peserta didik bisa maksimal dalam belajar terutama dalam menghafal Al Qur'an. Terngiang begitu jelas nasehat beliau, "Lakukanlah dengan ikhlas, karna keikhlasan membuat kita mampu mendidik dengan sepenuh hati".

Perjalanan dilanjutkan ke pantai Taman Hijau Rindang, tempat yang tepat untuk melepas semua penat dan membuang energi negatif yang selama ini terpendam. Walaupun diguyur hujan tak mengurangi kebahagiaan yang kami rasakan. Ada yang bermain bola, berenang, main pasir atau sekedar jepret jepret untuk merekam kenangan disini.

Misi terakhir kunjungan ke RQ Hilyatush Sholihin Pelaihari. Sama halnya dengan di tempat pertama, kami juga disambut dengan hangat oleh Ust. Saufi selaku pimpinan dan beserta Guru-guru yang ada disana. "Biasakan anak-anak dengan Al Qur'an" tutur beliau.

Sebelum aktivitas hari ini ditutup kami singgah di Sate Bati-bati, semua penat hari ini terbayar lunas dengan nikmatnya sate. Seakan kami rela melakukan kegiatan yang sama demi mencicipi sedapnya sate yang satu ini.

Pukul 20.30 kami sampai di garis finish, satu persatu pasukan hijau meninggalkan tempat berkumpul untuk beristirahat. Satu yang bisa disimpulkan dari perjalanan ini. "Sentuhlah dengan HATI apa yang tidak bisa disentuh dengan TANGAN."